Apa Itu Hiperaktif ?


Ya..mendengar kata itu pasti yang teringat dalam pikiran kita adalah anak yang tidak pernah berhenti diam. Tapi sebenarnya pengertian dari Hiperaktif itu apa sih ? apa anak Hiperaktif itu memiliki ciri khusus sejak lahir ? apa  mungkin seorang anak hiperaktif bisa di sembuhkan ? 
Saya akan coba untuk membahasnya.

Pertama, apa itu hiperaktif ?
Hiperaktif merupakan salah satu gangguan perkembangan yang terjadi pada anak, di mana anak tidak bisa memusatkan perhatian dan berperilaku hiperaktif. Penyebab gangguan ini belum diketahui sampai sekarang, namun ada bukti bahwa faktor biologis, genetika, lingkungan, dan karakter keluarga berperan dalam pembentukan ADD. Gejala ADD sudah tampak sebelum anak berusia 2 tahun atau juga di atas 7 tahun. Gejala yang tampak terjadi pada anak usia di bawah 2 tahun berupa tingkah laku yang tidak teratur, melempar-lempar sesuatu, atau melakukan sesuatu yang tidak ada tujuannya. Gejala ADD biasanya tampak baik di rumah maupun di sekolah dengan bukti kelemahan mencolok dalam hal fungsi pekerjaan, akademik, atau sosial. Sekitar 30-80% ADD akan menetap sampai remaja dan sekitar 65% menetap sampai dewasa. ADD ( Attention Deficit Discorder).

Banyak yang bilang Hiperaktif sama dengan autisme. Bahkan tidak kala mereka memperlakukan mereka layaknya anak yang memiliki kekurangan. Padahal, Tidak semua penyandang hiperaktif termasuk anak autisme. Begitu juga sebaliknya, tidak semua penyandang autisme adalah hiperaktif. Perbedaan antara autisme dan ADD adalah ADD tidak mengalami gangguan komunikasi dan interaksi sosial, tetapi karena emosinya yang tidak terkendali, ia sangat sulit berinteraksi sosial dengan teman-teman sebayanya, sedangkan pada anak autisme terjadi gangguan komunikasi, interaksi sosial, dan kadang-kadang berperilaku hiperaktif. Persamaannya adalah keduanya mengalami gangguan pada susunan saraf di otak.

Jenis-Jenis HIPERAKTIF/ADD
1. Inattentive Symptoms
Anak ADD jenis ini tidak bisa atau kurang dapat memusatkan perhatian, sulit berkonsentrasi, tidak mau mendengar perintah dan larangan, tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, sering kali pekerjaannya menjadi terbengkalai/terlupakan dan terkadang mengalihkan ke pekerjaan lainnya.
2. Hiperactive Impulsive
Anak ADD dengan jenis seperti ini selalu menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan, sering menginterupsi pembicaraan orang lain, suka sekali mengganggu temannya, terkadang suka membuat keributan, cenderung energik, suka berlari-larian atau melompat-lompat.




Berikut ini beberapa deskripsi mengenai hiperaktif :
* Aktif atau disruptif di rumah atau sekolah, tidak bisa diam, suka sekali hal-hal yang membahayakan tanpa peduli dengan keamanannya.
*Sensitif dan mudah frustrasi, mudah marah, emosi tidak stabil, mudah menangis, memaksakan keinginan yang harus segera dipenuhi.
* Impulsivitas (mudah terangsang), cirinya adalah sulit untuk menunggu giliran, suka memotong pembicaraan, menjawab pertanyaan sebelum pertanyaan selesai diajukan, sering mengganggu teman.
* Mengalami gangguan tidur, seperti tidur larut malam dan mudah terjaga.
* Sukar untuk berkonsentrasi, saat melakukan aktivitas perhatiannya selalu berpindah-pindah dari satu objek ke objek yang lain.
* Berperilaku yang sukar ditebak, mudah panik disertai tantrum yang berlebihan.
* Mobilitas tinggi, berjiwa perusak dan banyak bergerak.


                                                                    Ciri-ciri Anak Hiperaktif
Secara umum ciri-ciri atau gejala fisik anak hiperaktif adalah alergi shiner atau lingkaran hitam di bawah mata atau yang sering kita sebut dengan mata panda, mengalami gangguan tidur, muncul alergi (eksim, gatal-gatal dan asma). Selain itu sering mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit, sering merasakan sakit kepala dan kaki terasa sakit ketika di malam hari.
Sedangkan untuk ciri-ciri atau gejala psikis atau sifat anak hiperaktif secara umum memiliki sifat yang sangat agresif, tidak dapat tenang, sulit untuk bergaul dengan teman sebayanya, sulit untuk berkonsentrasi,dan lain sebagainya.

Faktor Penyebab Hiperaktif
§  Faktor Neurologik
Untuk faktor penyebab yang pertama disebabkan oleh insiden hiperaktif lebih beresiko kepada bayi yang mengalami proses persalinan yang lama, distress fetal, dan persalinan dengan cara ekstraksi forcep. Selain itu juga disebabkan karena bayi lahir dengan berat badan kurang, ibu hamil terlalu muda, ibu yang merokok dan minun alkohol.
§  Faktor Genentik
Faktor genetik atau keturunan memang merupakan salah faktor yang banyak dialami pada anak hiperaktif. Kemungkinan 25-35% dari orang tua dan saudara yang memiliki riwayat hiperaktif akan diturunkan kepada anaknya kelak.
§  Faktor Toksin
Untuk faktor ini disebabkan oleh faktor makanan yang banyak mengandung bahan kimia dan suplai yang setiap harinya mempengaruhi fungsi anak sehingga berdampak pada pengindraan, perasaan dan tindakan.

                                                                             Cara Mengatasi Hiperaktif
§  Sebagai orang tua tentunya menginginkan kondisi anaknya yang sempurna, maka untuk mewujudkan keinginan Anda, segera periksakan dengan cara berkonsultasi mengenai masalah yang sedang anak Anda alami kepada seseorang yang memang sudah ahli dalam bidangnya.
§  Selalu memberi perhatian, bukan hanya memeriksakan ke dokter saja melainkan Anda juga harus memberikan perhatian yang lebih dibandingkan anak normal pada umumnya. Hal ini bertujuan agar dapat membangkitkan rasa kepercayaan diri, mengenali arah minatnya dan lainnya.
§  Menurut Dr. Mary Go Setiawani (2000: 137-141), mengatakan bahwa mengatasi hipertensi juga diperlukan asupan gizi seperti memberikan makanan seperti sayuran, yogurt, kacang-kacangan, sereal sehat dan buah-buahan.

Jadi, Anak hiperaktif beda dengan anak autisme dan anak aktif. Penanganannya pun berbeda di setiap kasus anak hiperktif.
Dari berbagai karakter anak hiperaktif untuk cara pembelajarannya pun agak sedikit berbeda baik itu sama-sama anak hiperaktif ataupun dengan aktif bahkan sangat berbeda dengan sistem pembelajarann anak yang normal (Tidak aktif dan hiper).
Dengan penanganan yang tepat dan di berikannya perhatian lebih pada si penderita hiperakitf dapat mengurangi tingkat hiperaktifnya secara perlahan. Karena pada umumnya anak hiperaktif membutuhkan banyak sekali cinta dan kasih sayang dari orang-orang disekelilingnya. 
Sedikit saja kita memberikan perhatian pada mereka dengan cara kita mendengar apa yang dia katakan, apa yang dia mau, apa yang dia tidak suka, apa yang dia takuti, bahkan apa yang iya kerjakan. 

Pada dasarnya jangan pernah kita menganggap mudah anak hiperaktif atau menganggap susah anak hiperaktif. Anak hiperaktif adalah anak yang sangat membutuhkan perhatian lebih dari pihak orangtua bahkan orangorang disekitarnya. 












Referensi :
https://soeharmiekav45.wordpress.com
anakhiperaktif.com 

Comments