Sajak Puisi : Titip Rindu

Betapa hatiku hancur berkeping-keping..
Laksana tersambar petir disiang bolong..
Dunia ku terasa runtuh seketika, entah bagaimana aku mengungkapkan pada dunia..
Rasa kecewa ku teramat dalam hingga tak ada satupun yang tersisa
Aku merasa semua dunia mencintaiku Namun aku salah
Dunia sangat membenciku..
Teramat membenci hingga hati ini begitu hancur bahkan sebelum hati ini sempat merasakan bahagia yang lama...

Tuhan, Aku hanya bisa bercerita padamu tentang hancurnya hati ini..
Air mata seolah tak ingin pergi dari pipi ini.. Berkali kali ku seka namun rasa hancur hati ini teramat hancur..
Layakna sebuah payung, payung ini tak sanggup menahan air hujan yang turun begitu derasnya, hingga akhirnya payung ini rusak..
Mengapa ini harus terjadi ketika aku menikmati semua waktu yang ku punya..

Aku tak tahu  apa aku sanggup menahan hancurnya hati ini..
Seakan aku tak siap kehilangan dunia yang begitu berseri-seri ku pandang..
Seolah kini hancur seketika dan kesedihan begitu berantai ku rasa..
Semua rasa itu hancur ketika dunia muak akan diriku..

Topeng yang begitu sempurna yang dunia buat untukku, hingga aku tak bisa merasakan begitu rusaknya dunia yang aku anggap indah ini...
Ku selalu sisipkan doa ku untuk baiknya dunia memelukku, namun semua itu hancur
Mengapa ya Tuhan,
Tuhan, ku titip salamku pada dunia yang saat ini aku tinggali
Aku pamit dari dunia ini karena aku sudah tak sanggup
Aku sudah tak bisa lagi untuk mengumpulkan kepingan hati ini,


AKU PAMIT

Comments